News Update :

MENU KITA

Tampilkan postingan dengan label Artikel Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Matematika. Tampilkan semua postingan

4 Sumber Nilai Pendidikan Karakter


Pendidikan Karakter Seperti yang kita ketahui sedang di gembar-gemborkan oleh pemerintah. Namun, taukah adan bahwa Pendidikan Karakter memiliko Nilai-nilai utama dalam pengembangannya, berikut ini akan kami jelaskan 4 Nilai pendidikan karakter.

4 Sumber Nilai Pendidikan Karakter


1. Agama

masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.

2. Pancasila

Negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atasprinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilainilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.

3. Budaya

Sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberianmakna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

4. Tujuan Pendidikan Nasional

Sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Inilah 4 nilai Pendidikan Karakter yang harus dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa sesuai yang dijelaskan dalam Pedoman pendidikan karakter resmi kementrian pendidikan nasional. (http://www.inforppsilabus.com)

Menengok Model Pembelajaran Quantum Teaching


Pembelajaran adalah sebuah integrasi yang bernilai pendidikan. Di dalam proses pembelajaran terjadi interaksi edukatif antara guru dan siswa, ketika guru menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa di kelas. Bahan pelajaran yang guru berikan itu akan kurang memberi dorongan (motivasi) kepada siswa bila penyampaiannya menggunakan model pembelajaran yang kurang tepat. Di sinilah kehadiran model pembelajaran menempati posisi penting dalam penyampaian bahan pelajaran. Menurut Suherman dkk (2001:8) model pembelajaran dimaksudkan sebagai pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan tindakan (kegiatan belajar mengajar di kelas). 
Bahan pelajaran yang disampaikan tanpa memperhatikan pemakaian strategi pembelajaran dan metode yang bervariasi justru akan mempersulit bagi guru dalam mencapai tujuan pengajaran. Karena itu strategi pembelajaran dan metode yang bervariasi adalah suatu cara yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Djamarah dan Zain (2006:3) menyatakan bahwa penggunaan metode gabungan dimaksudkan untuk menggairahkan belajar anak didik. Dengan bergairahnya belajar, anak didik tidak sukar untuk mencapai tujuan pengajaran. Karena bukan guru yang memaksakan anak didik untuk mencapai tujuan, tetapi anak didiklah dengan sadar untuk mencapai tujuan
Pembelajaran Quantum Teaching
Dalam penelitan tindakan kelas Peneliti mengambil model pembelajaran quantum teaching. Quantum berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya atau kesuksesan yang akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain (Deporter, 2008:5). 

Pengertian Model pembelajaran quantum teaching

Model pembelajaran quantum teaching adalah model yang digunakan dalam rancangan penyajian dalam belajar yang dirangkai menjadi sebuah paket yang multisensori, multikecerdasan, dan kompatibel dengan otak, mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar (Deporter, 2008:4). 

Quantum teaching bersandar pada konsep ini : Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka (Deporter, 2008:6). Inilah asas utama quantum teaching

Maksud dari asas di atas adalah guru harus membangun jembatan autentik untuk memasuki kehidupan siswa. Dengan memasuki dunia siswa berarti guru mempunyai hak mengajar, sehingga siswa dengan sukarela, antusias dan semangat untuk mengikuti pelajaran.
image source : trainingleadership.wordpress.com

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT


Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Menurut Slavin dalam Isjoni (2010:15) adalah suatu model pembelajaran dimana siswa dalam kelompok kecil terdiri 4-6 orang, siswa belajar dan bekerja secara kolaboratif dengan struktur kelompok yang heterogen. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa dan mempersiapkan siswa agar memiliki sifat kepemimpinan. Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu teknik pembelajaran kooperatif.
Menurut Spenser Kagan dalam Trianto (2009:82) melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan menegecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Selanjutnya Kagan Spenser dalam Anita Lie (2008:59) menyatakan teknik ini memberi kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. 
Menurut Trianto (2010:82) dalam mengajukan pertanyaan dalam kelas, guru menggunakan struktur empat fase sebagai sintaks NHT berikut : 

Fase sebagai sintaks NHT Menurut Trianto

Fase 1 : Penomoran. Guru membagi siswa kedalam kelompok beranggota 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 5. 
Fase 2 : Mengajukan pertanyaan. Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat bervariasi. Pertanyaan dapat spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya. Misalnya, “berapakah jumlah gigi orang dewasa?” Atau arahan, misalnya “pastikan setiap orang mengetahui 5 buah ibu kota propinsi yang terletak di Pulau Sumatera”. 
Fase 3 : Berpikir bersama. Siswa menyatukan pendapat terhadap jawaban pertanyaan itu dan menyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim.

Fase 4 : Menjawab. Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
Selanjutnya Sofan Amri dan Iif Khoiru Ahmadi (2010:176) menyatakan dimana terdapat lima langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT, yaitu : 

Lima langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT

  1. Guru membagi siswa kedalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang dan diberi nomor untuk setiap siswa. Kelompok Kooperatif merupakan pecampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, ras, suku jenis kelamin dan kemampuan belajar. 
  2. Guru mengajukan pertanyaan secara langsung atau melalui LKS. 
  3. Siswa mendiskusikan jawaban bersama-sama dan memastikan semua anggota kelompok mengetahui jawabannya. Jika perlu, ada anggota yang berfungsi untuk mengecek jawaban dari masing-masing anggota. 
  4. Guru memanggil siswa dengan menyebut nomor secara acak dan siswa dengan nomor tersebut mengangkat tangan dan memberikan jawaban untuk disampaiakn keseluruh siswa di kelas. 
  5. Pada akhir sesi, guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disampaikan.
Demikian sedikit ulasan mengenai Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT yang dapat kami ulas, untuk detail mengenai Pembelajaran NHT saudara dapat membeli buku tentang kooperatif, semoga tulisan saya diatas dapat memberikan gambaran awal ketika saudara akan melakukan Penelitian Tindakan Kelas. (http://www.inforppsilabus.com)

Apa Sih Tujuan Pelajaran Matematika



tujuan pembelajaran matematika
Matematika seperti yang kita ketahui merupakan mata pelajaran yang telah di kecap oleh peserta didik mulai dari pertama masuk sekolah, yaitu kelas 1 SD. Hal ini tentu mempunyai alasan tersendiri, yaitu matematika merupakan ilmu universal mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.
Salah satu tujuan mata pelajaran matematika adalah memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Untuk itu dalam pembelajaran matematika hendaknya dibiasakan dengan mengajukan masalah nyata, yaitu pembelajaran yang mengaitkan masalah dengan kehidupan sehari-hari, secara rinci Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

Lima Tujuan Pembelajaran Matematika

  1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah 
  2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi Matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika 
  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
  4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah 
  5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. 
Dengan mengetahui beberapa tujuan pembelajaran matematika diatas diharapkan pada guru matematika dapat meningkatkan hasil belajar matematika disekolah masing-masing. (http://www.inforppsilabus.com)

Tips Lulus Ujian Nasional | Strategi UN 2013




Tips Sukses Ujian Nasional
Ujian Nasional (UN) merupakan ajang unjuk kemampuan diri. Saat itulah hasil belajar Anda dievaluasi. Janganlah Anda grogi apalagi takut saat menghadapi UN. Berikut ini beberapa strategi dalam menghadapi UN agar bisa sukses dengan sangat memuaskan.
Ujian Nasional 2013 akan dilaksanakan April mendatang untuk Sekolah Menengah atas dan pada Bulan Mei untuk tingkat sekolah dasar. Untuk menghadapi UN 2013 ini ada baiknya anda mempersiapkan diri dengan matang walaupun kelulusan Ujian Nasional 2013 ini tidak sepenuhnya tergantung dari hasil jawaban Soal UN. Berikut ini beberapa Tips Lulus Ujian Nasional 

Berdoalah kepada Tuhan

Setiap keberhasilan karena adanya campur tangan dari Tuhan, oleh karena itu berdoalah agar diberi kemudahan dalam menghadapi UN.

Mohon restu kepada Orang Tua

Jadikan UN sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua Anda tercinta, oleh karena itu mintalah restu kepada orang tua sebelum UN, agar diberi kemudahan dan kelancaran.

Perbanyak Latihan Soal

Berlatih mengerjakan soal akan membuat Anda terbiasa menghadapi beragam soal. Dengan sering berlatih, penguasaan Anda terhadap materi semakin baik. Berlatihlah dengan serius dan sungguh-sungguh.Anda nanti tidak akan cemas dan grogi dalam menghadapi soal UN yang sesungguhnya. lihat Arsip Soal Try Out UN SMA 2013Soal Try Out UN SMP 2013 dan Soal Try Out UASBN SD 2013

Belajar Kelompok

Dengan belajar kelompok, Anda dapat berbagi dengan teman lainnya dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar.

Biasakan bersikap Jujur dan Sportif

UN merupakan ajang yang yang sangat bergengsi, maka tidak heran jika ada yang melakukan tindakan tidak terpuji dalam pelaksanaan UN. Misalnya memberikan bocoran baik soal maupun jawaban, ataupun melakukan kecurangan lainnya saat UN. Hindari tindakan-tindakan seperti ini.

Hindari Belajar Sistem Kebut Semalam

Belajarlah jauh-jauh hari sebelum UN tiba. Jangan menggunakan Sistem Kebut Semalam yaitu belajar keras saat UN sudah dekat.Justru pada hari-hari menjelang pelaksanaan UN, badan dan pikiran Anda harus fresh dan rileks. Jaga kondisi tubuh Anda dengan makan makanan yang sehat dan bergizi dan beristirahatlah yang cukup.

Hindari Kegiatan yang bisa mengganggu Konsentrasi Belajar

Untuk sementara waktu tinggalkan dulu kegiatan kesenangan/hobi Anda yang bisa mengganggu konsentrasi belajar seperti : bermain play station, chatting di internet dan atau menonton televisi.

Lengkapilah Peralatan

Untuk mengindari kerusakan pada LJK Anda, Anda harus mempersiapkan peralatan untuk mengerjakan UN misalnya : Menggunakan Alas LJ, Memilih Karet Penghapus yang baik, memakai Penggaris yang bermal dan menggunakan pensil 2B yang baik dan standar UN.
Dengan Strategi Lulus UN tersebut diatas, Anda dapat dipastikan akan menguasai dengan baik secara teknis dan non teknis dan akan mampu mengerjakan berbagai jenis soal UN dengan maksimal dengan hasil yang membanggakan baik untuk Anda, Orang Tua, Sekolah serta Bangsa Indonesia pada umumnya.

4 Tipe Guru yang di Cintai Siswa (Just Kidding)

Menjadi guru impian yang di cintai murid satu kelas atau bahkan siswa satu sekolahan menjadi impian dan cita-cita setiap guru, bener gak? nah,,, disini Blog Pendidikan ingin menggambarkan 4 Tipe Guru yang dicintai or disayangin aman murid, berikut ini list guru yang diidamkan setiap siswa.

4 Tipe Guru yang Di sayang Siswa

1. Guru Pelupa

Tipe Guru yang Di Cintai Siswa
Guru yang satu ini terkadang masih suka memberikan tugas atau PR, namun begitu pertemuan berikutnya di kelas, beliau lupa akan tugas yang diberikannya.
Guru : "anak2, kemaren kita ada PR (pekerjaan rumah) apa ya?
Siswa : "Gak ada paaakkk (serentak dan kompak)!"
Guru : "Oke kalau gitu, kita masuk dan lanjut Bab 10!"
Siswa : "Hooooreeeeee!!!!" (dalam hati)

2. Guru pandai Bercerita

Guru yang ini lebih dicintai sama murid-muridnya ketimbang Guru Pelupa. Karena Guru yang ini biasanya berhenti mengajar di tengah-tengah pelajaran, berdiri terdiam, menghadap ke langit-langit kelas, tersenyum dan kemudian berkata
“Bapak jadi inget, dulu waktu bapak sekolah…….”
*dongeng pun dimulai*

3. Guru Papan Tulis

Guru model begini biasanya mengajar pelajaran eksak seperti matematika, fisika ataupun kimia. Karena begitu banyak rumus dan cara yang harus di tulis di papan tulis, sang guru terlihat sibuk sendiri menatap papan tulis dan menjelaskan satu-persatu rumus-rumus njelimet itu ke……. papan tulis. bukan kearah murid. Dengan begitu para murid dapat bebas melakukan aktivitas ‘belajar’ lainnya sambil melihat sang guru yang asyik berbicara dengan papan tulis.

4. Guru Absen

Ini udah jelas, gak perlu diterangkan....
Nah,,, inilah kesimpulan 4 Tipe Guru yang Di Cintai Siswa di ambil dari opini teman-teman di unyunyu.com, semoga dapat menghibur dihari liburan sekolah. (www.inforppsilabus.com)

Yuk Menggali Makna Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter mempercayai adanya keberadaan moral absolute, yakni bahwa moral absolute perlu diajarkan kepada generasi muda agar mereka paham betul mana yang baik dan benar. Pendidikan karakter kurang sepaham dengan cara pendidikan moral reasoning dan value clarification yang digunakan sebagai strategi dasar pendidikan karakter di Amerika, karena sesungguhnya terdapat nilai moral universal yang bersifat absolute (bukan bersifat relatif) yang bersumber dari agama-agama di dunia, yang disebutnya sebagai "the golden rule". Contohnya adalah berbuat hormat, jujur, bersahaja, menolong orang, adil dan bertanggung jawab.

Makna Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral, karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (domain kognitif) tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan (domain afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (domain perilaku). Jadi pendidikan karakter terkait erat kaitannya dengan habit atau kebiasaan yang terus menerus dipraktekan atau dilakukan.
Karakater menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, dapatlah dikatakan orang tersebut memanisfestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, bertanggung jawab, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulya. Istiah karakter juga erat kaitannya dengan ‘personality‘. Seseorang baru bisa disebut ‘orang yang berkarakter‘ (a person of character) apabila tingkah lakunya sesuai dengan kaidah moral. Dengan demikian, pendidikan karakter yang baik, harus melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik (moral knowing), tetapi juga merasakan dengan baik atau loving the good (moral feeling) dan perilaku yang baik (moral action).
Penekanan aspek-aspek tersebut di atas, diperlukan agar peserta didik mampu memahami, merasakan dan mengerjakan sekaligus nilai-nilai kebajikan, tanpa harus didoktrin apalagi diperintah secara paksa.

Menggali Cara untuk Membuat RPP Berkarakter

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban Membuat RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Kalau selama ini saya telah memberikan Download Rpp Berkarakter secara gratis, maka malam ini saya mencoba menulis Cara Membuat Rpp Berkarakter

Bagaimana Cara Membuat Rpp Berkarakter Sesuai BSNP

Harus memenuhi 12 Komponen RPP dibawah ini

  1. Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
  2. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
  3. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
  4. Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  5. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar
  6. Materi ajar, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
  7. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
  8. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI
  9. Kegiatan pembelajaran meliputi : (1) Pendahuluan, merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. (2) Inti Kegiatan, merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. (3) Penutup,  merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
  10. Penilaian hasil belajar, Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
  11. Sumber belajar, Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
Kenapa kita perlu tahu Cara Membuat Rpp Berkarakter? agar perencanaan dalam proses pembelajaran yang berlangsung dikelas dapat mencapai tujuan pendidikan secara maksimal dan tentunya penyusunan tersebut sesuai dengan standar proses satuan pendidikan. (www.inforppsilabus.com)

Teknik Bertanya Guru Matematika

Salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh guru adalah menguasai teknik bertanya. Beberapa hal yang menjadi patokan dalam mengajukan pertanyaan secara verbal adalah:
1. pertanyaan harus diajukan terlebih dahulu dan memberi kesempatan (waktu) kepada siswa untuk berpikir sebelum meminta salah seorang siswa untuk menjawab.
Setelah guru mengajukan pertanyaan, ia memberikan waktu tertentu yang diperlukan siswa untuk memikirkan jawaban pertanyaan tersebut.
Dengan demikian semua siswa mempunyai waktu yang sama untuk mencari jawaban tersebut.
Setelah waktu yang ditentukan habis, guru meminta salah seorang siswa menjawab. Harus dihindari meminta salah seorang siswa menjawab sebelum mengajukan pertanyaan. Hal ini akan menyebabkan siswa itu sendiri yang memikirkan jawaban pertanyaan sementara siswa yang lain hanya menonton dan tidak berpikir.
2. menghindari pertanyaan jenis klasikal (yang ditujukan kepada kelas)
Pertanyaan yang tidak ditujukan kepada salah seorang siswa dikategorikan pertanyaan klasikal. Umumnya respon siswa adalah menjawab bersama-sama (koor). Ketika terjadi hal seperti ini tidak bisa dipastikan apakah semua siswa memang dapat menjawab pertanyaan atau hanya beberapa orang saja yang bisa menjawab sementara yang lain hanya meniru jawaban.
3.      pertanyaan dalam matematika difokuskan kepada apa (what), kapan terjadinya (when), berapa (evaluate, calculate, find) dan mengapa (why) atau bagaimana (how).
Pertanyaan yang diajukan dapat berbentuk tertutup (pertanyaan hanya memiliki 1 jawaban) atau terbuka (pertanyaan yang memiliki lebih dari 1 jawaban). Pertanyaan tertutup dapat diubah menjadi pertanyaan terbuka jika kondisi pertanyaan diubah.  Pertanyaan yang berbentuk “apa” dan “berapa” lebih cenderung hanya keterampilan dasar berpikir pada ranah kognitif taksonomi Bloom revisi: “mengingat” (remembering), “memahami” (understanding), dan “menerapkan” (applying). Tetapi jika guru menindak lanjuti jawaban siswa dengan bertanya “mengapa” atau “bagaimana” itu artinya meminta siswa untuk menjelaskan (reasoning) dan mengomunikasikan ide-ide matematikanya (communicating). Dalam hal ini keterampilan berpikir yang dituntut sudah lebih kearah keterampilan berpikir tingkat tinggi yang meliputi “menganalisa” (analyzing), dan “mengevaluasi” (evaluating).(http://p4tkmatematika.org)

Rona Rona Matematika


Akar: bilangan yang menyelesaikan suatu persamaan; yaitu saat disubstitusikan ke dalam persamaan sebagai bilangan tidak diketahui, di kanan maupun di kiri tanda sama dengan mempunyai nilai sama.
Aksioma: logika atau matematika yang tidak dapat dibuktikan namun sahih.
Bilangan aljabarik: bilangan yang menjadi solusi bagi polinomial dimana koefisien-koefisiennya semuanya adalah bilangan-bilangan rasional.
Bilangan hiperkompleks: suatu bilangan yang terbentuk dari perluasan konsep bilangan untuk dimensi-dimensi dalam lingkup bilangan kompleks dua-dimensi.
Bilangan imajiner: suatu bilangan yang berada pada absis vertikal dalam bidang bilangan kompleks; bilangan dalam bentuk ai dimana a adalah bilangan riel dan i adalah v-1.
Bilangan irrasional: suatu bilangan riel yang tidak dapat diekspresikan dalam bentuk perbandingan (rasio/nisbah) dari kedua bilangan.
Bilangan kardinal: bilangan tertentu yang menyatakan berapa banyak elemen-elemen yang terdapat dalam suatu himpunan.
Bilangan ordinal: bilangan tertentu yang menyatakan posisi relatif dari suatu elemen yang terdapat dalam suatu himpunan.
Bilangan prima: bilangan natural yang hanya dapat dibagi oleh bilangan itu sendiri dan bilangan satu.
Bilangan riel: bilangan yang diasosiasikan dengan semua titik-titik pada garis bilangan; gabungan antara bilangan-bilangan aljabarik dan bilangan-bilangan transendental.
Bilangan sempurna: suatu bilangan natural yang merupakan hasil perjumlahan dari bilangan-bilangan pembaginya. Contoh: 6 = 1 + 2 + 3
Binomial: sebuah pernyataan aljabar yang terdiri dari dua suku.
Contoh: 3x + 5y; 2x4 – 4xyz3
Digit: salah satu dari sepuluh bilangan numeral 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 dari sistem bilangan Hindu-Arabik.
Divergen: pernyataan urutan bilangan-bilangan atau deret bilangan-bilangan yang tidak mempunyai batas atau limit.
Elips: Tempat kedudukan atau himpunan titik-titik pada bidang datar yang jumlah jaraknya terhadap dua titik adalah tetap dan merupakan bilangan tertentu, kedua titik tetap disebut fokus.
Empat operasi: dalam aljabar sebagaimana dalam ilmu-hitung (aritmatika), adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Faktorial: hasil dari semua bilangan natural lebih kecil atau sama dengan bilangan naturan yang dinyatakan secara spesifik. Contoh, 5! = 1.2.3.4.5 = 120.
Geometri Euclidian: geometri yang dikembangkan oleh Euclid yang berisikan dengan postulat kesejajaran yaitu: pada garis tertentu dan titik di luar garis, ada satu dan hanya ada satu garis lain yang dapat dibuat melewati titik itu dan sejajar dengan garis pertama.
Geometri Non-Euclidian: geometri yang tidak lagi mendasarkan diri pada postulat kesejajaran.
Geometri proyektif: cabang matematika yang terkait dengan bentuk-bentuk geometrikal yang tidak aklan berubah ketika bentuk-bentuk itu diproyeksikan ke bidang yang berbeda.
Harga mutlak: nilai hitung sebuah bilangan berarti bilangan dengan tidak memperhatikan tandanya. Harga mutlak ditunjukkan dengan 2 garis vertikal yang mengelilinginya.
Hiperbola: Tempat kedudukan atau himpunan titik-titik pada bidang datar yang selisih jaraknya terhadap 2 titik tetap merupakan bilangan-bilangan tertentu.
Integer: himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan positif dan bilangan negatif termasuk bilangan nol.
Konvergen: pernyataan urutan bilangan-bilangan atau deret bilangan-bilangan yang mendekati limit.
Lingkaran: tempat kedudukan titik-titik (himpunan titik-titik) yang berjarak sama terhadap sebuah titik tertentu.
Origin: suatu titik pada garis bilangan yang diasosiakan dengan angka nol, atau titik pada bidang bilangan kompleks dimana kedua aksis berpotongan.
Parabola:
- Tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik (disebut fokus) dan sebuah garis (disebut direktriks) tertentu.
- Setiap ruas garis penghubung-penghubung tertentu pada parabola disebut titik busur. Tali busur fokal (melewati fokus) yang sejajar dengan direktriks atau tegak lurus sumbu disebut latus rectum.
Paradoks: suatu alasan yang konklusi-konklusinya sendiri saling bertentangan lewat deduksi sahih yang berasal dari premis-premis yang disepakati secara intuitif.
Persamaan polinomial: persamaan dengan satu atau lebih peubah tidak diketahui dalam bentuk pangkat dan dikalikan dengan bilangan-bilangan yang disebut koefisien-koefisien. Persamaan polinomial dengan satu peubah, x, mempunyai bentuk umum a0xn + a1xn-1 + … + an-1x + an = 0
Polinomial: sebuah monomial atau multinomial yang setiap suku adalah integral dan rasional dari huruf-huruf.
Contoh: 5x2y3 – 7x4y + 3x + 2
Quaternions: bilangan kompleks dalam bentuk a + bi + cj + dk dimana a, b, c dan d adalah bilangan riel dan i, j, k adalah bilangan hiperkompleks yang dapat ditulis bentuk i² = j² = k² = ijk = -1.
Radikal: pernyataan berbentuk nva yang berati akar pangkat n bilangan a. Bilangan positif n adalah indeks dari radikal dan bilangan a adalah radikan. Apabila n = 2, maka indeks dihilangkan.
Theorema: pernyataan atau formula yang dideduksi dari seperangkat aksioma dan/atau theorema-theorema lain.
Berasal dari bahasa Yunani yang artinya pernyataan matematikal yang dilengkapi dengan bukti. Pembuktian theorema mempunyai kebenaran dasar yang akurat dan tidak dapat disangkal dan disanggah oleh siapapun yang mengikuti ketentuan-ketentuan logika, juga bagi siapapun yang menerima aksioma-aksioma mendasar sistem logika.
Trigonometri: ilmu tentang keterhubungan antara sisi-sisi dari suatu segitiga dan pengukuran-pengukuran terhadap sudut-sudut didalamnya

Rumus ABC yang Legendaris

Semua anak SLTP yang sudah mengenal aljabar pasti mengenal rumus ABC, rumus untuk mencari nilai-nilai bilangan x dari suatu persamaan kuadrat:

ax² + bx + c = 0, yaitu:
x 1,2 = (-b ± (b² - 4ac)) / 2a
x 1 = (-b +(b² - 4ac)) / 2a
x 2 = (-b - (b² - 4ac)) / 2a

Karena persamaan kuadrat (pangkat dua), maka hasil persamaan adalah dua, yang disebut dengan x1 dan x2. Tahukah anda bagaimana rumus ini terjadi? Rumus hafal di luar kepala namun asal-usulnya rumus ini benar-benar tidak ada di kepala. Runyam?. Tidak perlu merasa minder karena memang banyak yang tidak tahu.

Jawaban:
ax² + bx + c = 0 (1)
x² + bx/a = - c/a (2)
Tambahkan masing-masing ruas (kanan & kiri) dengan: b²/4a²
x² + bx/a + b²/4a² = b²/4a² - c/a (3)
(x + b/2a)² = (b² - 4ac)/4a² (4)
Akarkan masing-masing ruas (kanan & kiri) sehingga menjadi:
x + b/2a = (b² - 4ac)/2a (5)
Pindahkan konstantadari ruas kiri ke ruas kanan:
X1,2 = -b ± b² - 4ac
2a

Nilai Filosofi Angka 1, 0 dan 10


Saudaraku sekalian, tentu saudara kenal dengan angka 1, 0, dan 10. Angka ini sangat akrab dalam kehidupan kita, tetapi apakah saudara menyadari hakikat hikmah dan filsafat yang terkandung dari angka-angka tersebut.

Latar belakang saya dalam bidang teknologi informasi, terutama terkait dengan komputer, akrab sekali dengan angka 1 dan 0, yang disebut binary. Angka 1 sebagai simbol mewakili “ada”. Sedangkan angka 0 adalah simbol perwakilan dari “tiada”.

Lalu apa hubungannya dengan angka 10? Dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam sistem penilaian dikehidupan sehari-hari, angka 10 dalam skala 1-10 adalah angka tertinggi, sebagai simbol nilai sempurna. Dalam sistem binary, angka 10 berarti genap, atau bernilai 2.

Apa hikmahnya? Secara filosofi hikmah yang terkandung adalah bahwa keberadaan sesuatu baru dinilai bermanfaat jika dapat mengisi kekosongan, menutupi kekurangan. Tanpa nilai manfaat, keberadaan sesuatu hanya nilai diatas kertas, hampa tanpa makna.

Itulah sebabnya angka 9 dalam sistem penilaian seperti rapot, scoring, bukan nilai tertinggi, karena belum sempurna, belum dapat mengisi kekosongan atau kekurangan secara utuh.

Sekali lagi, angka tertinggi adalah perpaduan angka awal dan simbol keberadaan adalah 1, dan simbol kosong adalah 0. Sebuah simbol sirnanya kekosongan dan kekurangan oleh keberadaan sesuatu nilai sebuah manfaat.

Semakin banyak angka 0 yang dapat diisi oleh sebuah angka 1, semakin tinggi nilainya. Dalam system keuangan dan penilaian materi, tentu 1 dengan 0 sebanyak 6 digit (baca 1.000.000 (sejuta)) lebih bernilai ketimban 1 dengan 0 sebanyak 3 digit (baca 1.000 (seribu)). 1 miliar tentu lebih bernilai ketimbang 1 juta, 1 triliun tentu lebih tinggi daripada 1 miliar, dan begitu seterusnya.

Pada akhirnya nilai kehidupan kita adalah seberapa jauh keberadaan kita memberi manfaat, mulai dari sendiri, keluarga, saudara, rekan, lingkungan sekitar, masyarakat, bangsa dan negara serta agama kita. Ya, kita harus berusaha seperti sebuah angka 1 mengisi sekian digit angka 0 dibelakangnya.

Last, but not least, saya jadi teringat tutur kata seseorang yang sukses menjadi rahmat bagi sekalian malam semesta, Nabi Muhammad saw, yaitu "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain " (HR. Bukhari).

Semoga kita bisa berlaku seperti angka 1 yang mengisi banyak angka 0. Aamiiin.

1 dan 0, Logika Ketuhanan


Disadari atau tidak, yang tidak mempunyai pasangan hanyalah ADA atau keADAan atau keberadaan dari ADA. Karena, jika ADA memiliki pasangan (yaitu tiada) maka ia bukanlah ketiadaan, melainkan juga keadaan.

Contohnya begini:
a. ADA
(tunggal, tanpa pasangan, yaitu tanpa tiada)
jika:
ADA x TIADA (berantonim tiada, memiliki pasangan yang bernama tiada, berarti bukan tiada mutlak, tetapi adanya pasangan yg bernama tiada) maka tiada disitu bukanlah TIADA mutlak, melainkan tiada yang semu, atau juga keberadaan dari ketiadaan

Contoh berikutnya:
b. 1
(tunggal, tanpa pasangan, yaitu tanpa lawan atau tanpa sesuatu selain 1)
jika:
1 x 0 (berantonim 0, memiliki pasangan yang bernama 0, berarti bukan 0 mutlak, tetapi adanya pasangan yg bernama 0)

Kesimpulan:
ketiadaan dari keadaan itu tidak mungkin, karena dalam ketiadaan tidak dapat dirasakan adanya keadaan, bahkan ketiadaan itu sendiri.

Tetapi kalau keadaan dari ketiadaan, itu masih mungkin, jika dilihat dari luarnya, tetapi jika dari dalamnya (dalam ketiadaan) maka tidak dapat ditentukan apapun rasanya.

Jadi, satu-satunya yang tidak berdualitas, adalah ADA.

Bila ada teori yang mengatakan: "0 adalah awal", yg dimaksud adalah sesuatu yg akan dimulai memang belum ada dan ketika sesuatu itu dimulai sekecil apapun, maka bagian kecil itu sudah termasuk 1 dari sesuatu itu, jadi ketiadaan (0) dari sesuatu itu bukanlah awal sesuatu, tetapi hanya kita yg menganggapnya seperti itu.

Sebenarnya angka hanyalah 1, karena
2 = 1 + 1
0.5 = 5/10 = 1/10 +...+ 1/10
Berapapun bilangan, semuanya adalah 1 (atau satu bagian) yg ditambah-ditambahkan shg menjadi blgn tsb
Angka 0 hanyalah sebuah huruf utk melambangkan ketiadaan, atau tdk berjmlh sama sekali, atau kemusnahan. Sbnrnya berpikirnya kita (walau tdk dipikirkan) ttg ketiadaan itu adalah sebuah keadaan dari ketiadaan itu sendiri.
Yg ada hny angka 1, karena 1 berarti ada.

Sebagai filosofi, 1 adalah sebagai awal, bukan 0. Manusia awam keliru mendeskripsikan 0 sebagai awal karena lupa kalau 0 itu bukan bagian dari satu.
Misalnya:
Jika anda membuat sebuah meja, apakah sebelum anda membuat, bisa disebut sebagai awal dari meja? atau bagian dari meja? atau yang menyebabkan meja?
Tentu bukan, tetapi meja itu berasal dari kerja tangan anda.

Ketiadaan (0) adalah sebuah "sesuatu" yg diciptakan Allah supaya makhluk-Nya mengenal filosofi diri makhluk itu sendiri. Jadi, ketiadaan tidak perlu dibesar-besarkan. Ketiadaan adalah dimana Allah s.w.t tidak atau belum Menciptakan sesuatu yang setelah sesuatu itu tercipta maka ketiadaan itu menjadi dinafikan.

Bukankah manusia adalah merupakan sebuah ketiadaan bagi mikroba pada zaman purba? (mikroba sama sekali tidak tahu dan mutlak tidak tahu jika akan ada manusia, jika mikroba bisa berpikir)

Apakah sama bagi anda tidak ada meja dengan ada meja di depan anda?
Ketika anda mengenal meja di dpn anda, maka anda menafikan ketiadaan dari meja.

bagi yang merasa tidak setuju, silahkan didiskusikan

Entri Populer

 

© Copyright POMOSDA Math 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.